Wednesday, October 17, 2007

4 Kebodohan Cinta

4 "KEBODOHAN" CINTA!

Jatuh cinta memang membuat perasaan seseorang berbunga-bunga. Tetapi terlalu cepat jatuh cinta juga sering membuat seseorang melakukan hal-hal yang bodoh. Langsung berkencan dengan orang yang baru dikenal, rela tak mengikuti kursus tertentu hanya untuk bertemu dengannya, jadi suka melamun, adalah sedikit dari hal-hal yang kerap dilakukan.

Agar tidak melakukan hal-hal bodoh tersebut, mulailah untuk melakukan beberapa perubahan yang sederhana. Bila Anda memiliki tujuan yang positif dan berhenti melakukan hal-hal yang negatif, kehidupan percintaan Anda akan menguntungkan.

Berikut ini lima kebodohan yang harus segera dihentikan plus saran bagaimana melakukannya sehingga Anda bisa menemukan romantisme yang diinginkan.

Kebodohan 1:
Percaya pada cinta yang menggebu-gebu pada pandangan pertama. Rasa tertarik yang begitu kuat pada pertemuan pertama memang menyenangkan, tetapi cinta berkembang sesuai dengan berjalannya waktu, dan bukan melalui pandangan sekilas atau satu dua kali makan malam. Bila pada pertemuan pertama anda sudah memiliki sedikit perasaan tertarik, tidak ada salahnya melakukan pertemuan berikutnya.

Ingat, Anda tidak dapat menilai seseorang bila baru pertama kali bertemu dan berkenalan karena biasanya seseorang masih canggung pada kencan pertama.

Cinta pada pandangan pertama hanya ada di dalam mitos. Oleh sebab itu, penting untuk mengenal dan memberikan kesempatan kepada beberapa orang. Bersikap terbuka dapat merupakan langkah penting untuk menemukan pasangan yang tepat.

Kebodohan 2:
Jatuh cinta pada seseorang yang sudah terikat. Tidak dapat disalahkan bila Anda jatuh cinta dengan seseorang yang simpatik, mempunyai daya tarik kuat, pintar berbicara, dan kharismatik. Tapi percayalah. Anda akan menderita bila berkencan dengan seseorang yang tidak seratus persen terikat dengan diri Anda dan tidak pernah ada pada saat Anda membutuhkannya.

Tidak peduli bila Anda mengatakan bahwa Anda tidak memerlukan seseorang yang harus seratus persen siap untuk Anda. Karena pada kenyataannya, Anda tetap akan merasa sedih. Sebaiknya perluas pergaulan, ikut kelompok diskusi, atau kursus suatu bidang yang diminati. Buka diri untuk berkenalan dengan orang-orang baru. Anda berhak untuk dicintai, dikasihi, dan dipedulikan.

Kebodohan 3:
Tidak mengatakan pada orang-orang terdekat bahwa Anda memang sedang mencari seorang kekasih. Bila bosan dan lelah dengan kesendirian Anda, katakan kepada orang-orang terdekat bahwa Anda ingin memiliki seseorang yang lebih dari sekadar teman. Tidak perlu malu.

Bila Anda tertutup, belum tentu orang-orang terdekat mengerti keinginan Anda. Bisa saja mereka berpikir, Anda memang menikmati kesendirian Anda. Dengan mengatakan keinginan kepada orang-orang terdekat, tanpa disadari, Anda akan sibuk menerima undangan dari orang-orang terdekat untuk menghadiri acara makan malam ataupun untuk menghadiri acara-acara kegiatan sosial.

Kebodohan 4:
Mengabaikan bahaya yang sudah jelas-jelas kelihatan. Pernahkan Anda mengatakan "Dia hebat walaupun peminum berat," atau "Dia sangat menarik, kelihatannya cocok untuk saya, tapi dia playboy."

Bila jatuh cinta memang mudah untuk mengabaikan masalah-masalah dasar yang dapat mengancam hubungan masa depan yang serius. Setiap kali berkencan dengannya, Anda selalu mengabaikan masalah yang ada.

Jika ada hal-hal prinsip yang Anda rasakan, bicarakan dengannya. Ajukan pertanyaan-pertanyaan. Pertimbangkan apakah alasan yang diberikannya dapat Anda terima, masuk akal, dan tidak akan menjadi masalah untuk hubungan jangka panjang yang serius. Tetapi bila dia tidak tertarik untuk terikat dengan suatu hubungan jangka panjang yang serius, tinggalkan dia. Mungkin Anda tetap bisa bersahabat, tetapi jangan buang waktu untuk seseorang seperti dia. Buka hati untuk orang lain, siapa tahu tanpa Anda sadari, ada teman dari sahabat ataupun teman lama yang ternyata tertarik dan menyukai anda.

Bila Anda jatuh cinta, utamakan prioritas Anda dan tetap berpegang pada prinsip yang telah ditentukan agar Anda tidak kecewa.

2 comments:

dfsfsfsd